HADHARAH ISLAMIYYAH Headline Animator

Sunday, March 13, 2011

44 Billion reasons for western intervention in Libya

MARCH 12, 2011 ·

If notions of sweeping away a range of despotic tyrants enabling representative rule doesn’t excite western policy makers (Tunisia, Egypt), the threat to oil supplies (Libya) certainly does.

Oil prices are now comfortably over $100 per barrel their highest since October, 2008 and possibly set to eclipse the peak of $145. The US is the largest consumer of oil in the world and effectively controls its distribution globally via its effective influence and control of the Middle East’s vast reserves. The US government, in a Libyan oil profile released in the last few days highlighted the importance of Libya confirming that: “Libya holds around 44 billion barrels of oil reserves, the largest in Africa.”

Egypt although of great strategic and demographic importance in the region trails far behind with 5 billion barrels of reserves. But the uprising against Ghaddafi means Libya’s oil supplies are now under a cloud of uncertainty. Additionally, the US Energy Information Administration said just prior to the political crisis in Libya, that international oil investors were boosting their investments there, as the Libyan government “plans to increase its oil reserves, production capacity, and further develop the natural gas sector in the medium-term, as the country continues to recover from over a decade of US and international sanctions.”

Three-quarters of the 1.7 million barrels of oil Libya produces daily were quickly taken off the market as opposition to Ghaddafi grew, and production is expected to remain off-line for the foreseeable future. Western companies see Egyptian and Tunisian production coming back soon, but they are both very modest and Saudi reserves although the largest in the world are still under some doubt over the extent to which production can be greatly increased in the short term to compensate for Libya. Similarly Iraq, whose largest oil refinery was badly damaged by internal opponents of its regime last week, and Iran exhibit little sign of being able to boost production significantly in the years ahead.

Another key consideration regarding a western intervention in Libya is the lack of a recognised alternative to Ghaddafi who has protected their interests well over the past 40 years. Whereas they are confident that a plan ‘B’ for their friendly dictators – anything but Islam – will eventuate in Egypt and Tunisia, Libya is not so clear due to a lack of secular political opposition that would be satisfactory for western interests.

But while western governments plan what form of intervention and justification can be best used to protect their oil and strategic interests in Libya, there is no excuse for the Muslims to leave their brothers to the slaughter of Ghaddafi. Where is the urgency to side and help the Muslims against Ghaddafi and his continuing attacks on the uprising? Where is the Egyptian army, so fresh from celebrating the end of Mubarak’s tyranny, where are the other Muslim forces which can stand up to Ghaddafi and his crumbling regime?

“And if they seek your help in the Deen, you must help them” [TMQ Al-Anfal: 72]

Ahmad narrated from Ibnu Umar who said the Messenger of Allah (saw) said:

“There will be ‘Umara over you who order you of things they do not do. Whoever believed them in their lies and helped them in their injustice he would not belong to me nor I belong to him, and he will not join me on the Hawdh (basin)”


Source: hizb.org.uk

0 comments:

THE METHOD TO ESTABLISH KHILAFAH

video

Blog Archive

archives

Bangsa ini Harus Segera Bertobat

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, negeri ini seolah menjadi negeri segudang bencana; baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Bencana alam ada yang bersifat alamiah karena faktor alam (seperti gempa, tsunami, dll), tetapi juga ada yang karena faktor manusia (seperti banjir, kerusakan lingkungan, pencemaran karena limbah industri, dll). Adapun bencana kemanusiaan seperti kemiskinan, kelaparan serta terjadinya banyak kasus kriminal (seperti korupsi, suap-menyuap, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, maraknya aborsi, penyalahgunaan narkoba, dll) adalah murni lebih disebabkan karena ulah manusia. Itu belum termasuk kezaliman para penguasa yang dengan semena-mena menerapkan berbagai UU yang justru menyengsarakan rakyat seperti UU Migas, UU SDA, UU Listrik, UU Penanaman Modal, UU BHP, dll. UU tersebut pada kenyataannya lebih untuk memenuhi nafsu segelintir para pemilik modal ketimbang berpihak pada kepentingan rakyat.

Pertanyaannya: Mengapa semua ini terjadi? Bagaimana pula seharusnya bangsa ini bersikap? Apa yang mesti dilakukan? Haruskah kita menyikapi semua ini dengan sikap pasrah dan berdiam diri karena menganggap semua itu sebagai ’takdir’?

Tentu tidak demikian. Pasalnya, harus disadari, bahwa berbagai bencana dan musibah yang selama ini terjadi lebih banyak merupakan akibat kemungkaran dan kemaksiatan yang telah merajalela di negeri ini. Semua itu tidak lain sebagai akibat bangsa ini telah lama mencampakkan syariah Allah dan malah menerapkankan hukum-hukum kufur di negeri ini.

Karena itu, momentum akhir tahun ini tampaknya bisa digunakan oleh seluruh komponen bangsa ini untuk melakukan muhâsabah, koreksi diri, sembari dengan penuh kesadaran dan kesungguhan melakukan upaya untuk mengatasi berbagai persoalan yang melanda negeri ini. Tampaknya bangsa ini harus segera bertobat dengan segera menerapkan hukum-hukum Allah SWT secara total dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Maka dari itu, perjuangan untuk menegakan syariah Islam di negeri ini tidak boleh berhenti, bahkan harus terus ditingkatkan dan dioptimalkan. Sebab, sebagai Muslim kita yakin, bahwa hanya syariah Islamlah—dalam wadah Khilafah—yang bisa memberikan kemaslahatan bagi negeri ini, bahkan bagi seluruh alam raya ini.

Itulah di antara perkara penting yang dipaparkan dalam tema utama al-wa‘ie kali ini, selain sejumlah tema penting lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Add This! Blinklist BlueDot Connotea del.icio.us Digg Diigo Facebook FeedMeLinks Google Magnolia Ask.com Yahoo! MyWeb Netvouz Newsvine reddit Simpy SlashDot Spurl StumbleUpon Technorati
Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

-->
EDITORIAL
10 Jan 2010

Ketika berbicara di televisi BBC, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyerukan intervensi lebih besar dari Barat di Yaman dan menyerang tuntutan bagi kekhalifahan dunia di dunia Muslim sebagai sebuah “ideologi pembunuh” dan suatu “penyimpangan dari islam “.
Taji Mustafa, Perwakilan Media Hizbut Tahrir Inggris berkata: “Gordon Brown, seperti halnya Tony Blair yang memerintah sebelumnya, berbohong [...]

Index Editorial
Leaflet
No Image
09 Jan 2010
بِسْـــمِ اللهِ الرَّحْمٰـــنِ الرَّحِيـــم Sia-sia Saja Menggantungkan Harapan Kepada Rencana-rencana Pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)! Pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan...
Index Leaflet
KALENDER
January 2010
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
  • 1/24/2010: Halqah Islam dan Peradaban edisi 16
POLLING

Islam hanya mengakui pluralitas, bukan pluralisme. Pandangan Anda?

View Results

Loading ... Loading ...
AL-ISLAM
Al-Islam

ACFTA-PASAR BEBAS 2010: “BUNUH DIRI EKONOMI INDONESIA”

Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut. Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, [...]

Index Al Islam

EBOOK DOWNLOAD
Ebook Download

Download buku-buku yang dikeluarkan Hizbut Tahrir, dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggris.

Download disini

RSS NEWSLETTER
Powered By Blogger

Followers