HADHARAH ISLAMIYYAH Headline Animator

Friday, June 17, 2011

Muslim leaders, while having the capabilty, cow behind lines in the sand as Muslims are killed again

JUNE 14, 2011

Inaction by the likes of the OIC and Arab League while Muslims are killed is all too familiar

Today’s desperate scenes in Syria are reminiscent: women and children fleeing fighting; villages deserted; and the men hunted down and killed. For those old enough to remember the Bosnian and Chechen wars there is an almost eerie similarity between watching Syrian women hiding in the hills and the images beamed across the media almost two decades ago. Maybe it is the haggard faces of the old women, or the fear of the children or simply that fear would look the same on any face.

As Bashar al-Assad makes his last tyrannical stand against his own people it is clear the Muslim world has much to learn when it comes to truly caring for their own people.
The ineptitude of the rulers towards the Muslims of Bosnia and Chechnya was one of the starkest betrayals of the 1990’s. As these same rulers find themselves facing the wrath of their people those with the power once again refuse to use it.

Turkey, which has a newly re-elected ‘Islamic’ government, has been busy clearing fields so it can erect more tents for the Syrians who wish to flee the fighting. Aiding the people who are lucky enough to get into Turkey is the least it can do to help the now petrified populace of towns such as Jisr al-Shughour. Yet with the example set by the likes of now dethroned Mubarak, who shut the border on desperate Palestinians when the Israelis bombed day and night, a few tents and some food and water is hailed as showing Islamic regional leadership. How low we have come since the days of true leaders (Caliphs) like Abu Bakar (r.a.) and Umar Ibn Khataab (r.a.)

It is amazing to think that the only thing that separates life and death for Syrians and Libyans are lines drawn in the sand by colonial masters decades ago. Borders which the Islamic texts clearly reject, and an outdated sense of nationalism that the Muslim Ummah gives little credence to.

Mohammad (saw) said:

“The Muslim ummah is an unique ummah among the whole of mankind: Their Land is One, their War is One, their Peace is One, their Honor is One and their Trust is One.” (Ahmad)

Despite all the military and political leverage at the hands of the Muslim world there are calls for a UN resolution on Syria. The UN path is one that Russia and China refuse to entertain knowing that it will only strengthen America’s hold on the region.
Protests in Damascus have seen the burning of Chinese and Russian flags due to their refusal to even discuss Syria at the UN. The frustrations of the protesters can be understood as they are looking for any kind of salvation from the barbarity being meted out by the regime. However what it really highlights is the complicity of the rest of the Muslim world to the atrocities of recent weeks.

As has been the case for years now the deaths of Muslims around the globe are met with signs of apathy and disinterest from the ruling elite of the Muslim lands. Just like the rites of passage practiced in many ancient cultures the Muslim world is today standing at a crossroads; it must seize the moment and learn to stand on it’s own two feet.

With millions on the streets all over the Middle East and massive displeasure at current governments in places like Pakistan, this is the Muslim world’s moment. To ensure that the anguish ridden faces of Muslim women is a figment of the past their must be a unified call for the implementation of the Khilafah. A state that wouldn’t just open the borders for refugees but would abolish the divisions that allow the massacre of innocents in full view of the world.

True leadership isn’t using Islam as a pre-text to get into power like Erdogan of Turkey but protecting the Ummah with all your might when it needs it most.

The Prophet Mohammad (saw) said:

“Only the Imam is a shield, behind whom you fight and you protect yourself with, so if he orders by taqwaand is just then he has reward for that, and if he orders by other than that then it is against himself.” (Muslim)

0 comments:

THE METHOD TO ESTABLISH KHILAFAH

video

Blog Archive

archives

Bangsa ini Harus Segera Bertobat

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, negeri ini seolah menjadi negeri segudang bencana; baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Bencana alam ada yang bersifat alamiah karena faktor alam (seperti gempa, tsunami, dll), tetapi juga ada yang karena faktor manusia (seperti banjir, kerusakan lingkungan, pencemaran karena limbah industri, dll). Adapun bencana kemanusiaan seperti kemiskinan, kelaparan serta terjadinya banyak kasus kriminal (seperti korupsi, suap-menyuap, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, maraknya aborsi, penyalahgunaan narkoba, dll) adalah murni lebih disebabkan karena ulah manusia. Itu belum termasuk kezaliman para penguasa yang dengan semena-mena menerapkan berbagai UU yang justru menyengsarakan rakyat seperti UU Migas, UU SDA, UU Listrik, UU Penanaman Modal, UU BHP, dll. UU tersebut pada kenyataannya lebih untuk memenuhi nafsu segelintir para pemilik modal ketimbang berpihak pada kepentingan rakyat.

Pertanyaannya: Mengapa semua ini terjadi? Bagaimana pula seharusnya bangsa ini bersikap? Apa yang mesti dilakukan? Haruskah kita menyikapi semua ini dengan sikap pasrah dan berdiam diri karena menganggap semua itu sebagai ’takdir’?

Tentu tidak demikian. Pasalnya, harus disadari, bahwa berbagai bencana dan musibah yang selama ini terjadi lebih banyak merupakan akibat kemungkaran dan kemaksiatan yang telah merajalela di negeri ini. Semua itu tidak lain sebagai akibat bangsa ini telah lama mencampakkan syariah Allah dan malah menerapkankan hukum-hukum kufur di negeri ini.

Karena itu, momentum akhir tahun ini tampaknya bisa digunakan oleh seluruh komponen bangsa ini untuk melakukan muhâsabah, koreksi diri, sembari dengan penuh kesadaran dan kesungguhan melakukan upaya untuk mengatasi berbagai persoalan yang melanda negeri ini. Tampaknya bangsa ini harus segera bertobat dengan segera menerapkan hukum-hukum Allah SWT secara total dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Maka dari itu, perjuangan untuk menegakan syariah Islam di negeri ini tidak boleh berhenti, bahkan harus terus ditingkatkan dan dioptimalkan. Sebab, sebagai Muslim kita yakin, bahwa hanya syariah Islamlah—dalam wadah Khilafah—yang bisa memberikan kemaslahatan bagi negeri ini, bahkan bagi seluruh alam raya ini.

Itulah di antara perkara penting yang dipaparkan dalam tema utama al-wa‘ie kali ini, selain sejumlah tema penting lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Add This! Blinklist BlueDot Connotea del.icio.us Digg Diigo Facebook FeedMeLinks Google Magnolia Ask.com Yahoo! MyWeb Netvouz Newsvine reddit Simpy SlashDot Spurl StumbleUpon Technorati
Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

-->
EDITORIAL
10 Jan 2010

Ketika berbicara di televisi BBC, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyerukan intervensi lebih besar dari Barat di Yaman dan menyerang tuntutan bagi kekhalifahan dunia di dunia Muslim sebagai sebuah “ideologi pembunuh” dan suatu “penyimpangan dari islam “.
Taji Mustafa, Perwakilan Media Hizbut Tahrir Inggris berkata: “Gordon Brown, seperti halnya Tony Blair yang memerintah sebelumnya, berbohong [...]

Index Editorial
Leaflet
No Image
09 Jan 2010
بِسْـــمِ اللهِ الرَّحْمٰـــنِ الرَّحِيـــم Sia-sia Saja Menggantungkan Harapan Kepada Rencana-rencana Pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)! Pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan...
Index Leaflet
KALENDER
January 2010
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
  • 1/24/2010: Halqah Islam dan Peradaban edisi 16
POLLING

Islam hanya mengakui pluralitas, bukan pluralisme. Pandangan Anda?

View Results

Loading ... Loading ...
AL-ISLAM
Al-Islam

ACFTA-PASAR BEBAS 2010: “BUNUH DIRI EKONOMI INDONESIA”

Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut. Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, [...]

Index Al Islam

EBOOK DOWNLOAD
Ebook Download

Download buku-buku yang dikeluarkan Hizbut Tahrir, dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggris.

Download disini

RSS NEWSLETTER
Powered By Blogger

Followers