HADHARAH ISLAMIYYAH Headline Animator

Saturday, February 26, 2011

Sudan: Fundamentalist Clerics Reject South Sudan Referendum, Demand Islamic Laws


| |

Khartoum – A group of Islamic fundamentalists on Friday overtly faulted the Sudanese government for accepting south Sudan’s referendum on independence, and demanded imposition of Islamic Shar’iah law in the entire country whether citizens of the mainly Christian region of south Sudan like it or not.

South Sudan, whose population mostly follows Christianity or traditional beliefs, is bound for secession from the Muslim-ruled north in a referendum vote due in January 2011, a plebiscite stipulated by the 2005′s Comprehensive Peace Agreement (CPA) which in 2005 ended nearly half a century of intermittent civil war between north and south Sudan.

Under the CPA, north Sudan maintained Islamic laws whereas the south was given extensive autonomy under a secular government led by the former southern rebels Sudan People’s Liberation Movement [SPLM].

The legitimate League of Muslim Preachers and Clerics (LLMPC), a group of radical clerics existing in parallel to the official clerical body known as the Association of Muslim Scholars, marched in protest on Friday, 24 December, and held a press conference in which the group’s leaders declared rejection to south Sudan’s referendum on independence and called on the government to implement Shari’ah law in full.

The group’s prominent member Mohamed Abdel-Karim addressed the protestors and demanded the government in the north fulfills its long-standing promise to implement Shari’ah Islamic law regardless of what southerners want.

Abdel-Karim, whose name is often cited in association with Al-Qaidah branch in the Land of the Two Niles, said that the implementation of Islamic Shari’ah was currently incomplete in Sudan as evidenced by the fact that president Al-Bashir said he would adopt an Islamic constitution after south Sudan secession.

Sudan president Al-Bashir last week sparked a nationwide controversy when declared that the north would change the constitution to make Shari’ah the only source of lawmaking and Arabic the only language if the south decided to part ways with the north.

“If god forbids, the South separates [then] the constitution will be amended [and] a lot of things relating to the South will go away,” he said in a speech in the eastern state of Al-Gadarif.

“But the opaque talk [about] the Sudanese people I don’t know what…is multi-racial and multi-religious, the [Islamic] Shari’a will be the main source for lawmaking….and Arabic language will the official language of the state as will be stipulated in the upcoming constitution,” Al-Bashir added.

The group’s leaders declared south Sudan’s referendum on independence as “null and void” and part of a “Zionist-Western” plot to divide Sudan into five frail states, implying that the government was already aware that signing the CPA would pave the way for the south to secede.

“Those who say that the agreement [CPA] was consented by all sides and that they are surprised that the people of the south [will] choose secession have deceived the nation because the agreement works in favor of secession,” Abdel-Karim was quoted by the daily newspaper Al-Sahafah.

Abdel-Karim further warned that secession would reflect negatively on the Islamic gains in the south under a strong secular drive to boot Islam out of the region.

In August 2009, Mohamed Abdel-Karim and his group sparked concerns of raising religious extremism when they issued a Fatwa branding members of the Sudanese communist party as infidels and instructed that they should be divorced from their spouses and their children to be deemed children of adultery.

Separately, the leader of the National Umma Party Al-Sadiq Al-Mahdi, who is also the leader of Al-Ansar religious sect, poured scorn on the LLMPC, saying that their demands would tear Sudan into pieces.

Source: All Africa


0 comments:

THE METHOD TO ESTABLISH KHILAFAH

video

Blog Archive

archives

Bangsa ini Harus Segera Bertobat

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, negeri ini seolah menjadi negeri segudang bencana; baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Bencana alam ada yang bersifat alamiah karena faktor alam (seperti gempa, tsunami, dll), tetapi juga ada yang karena faktor manusia (seperti banjir, kerusakan lingkungan, pencemaran karena limbah industri, dll). Adapun bencana kemanusiaan seperti kemiskinan, kelaparan serta terjadinya banyak kasus kriminal (seperti korupsi, suap-menyuap, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, maraknya aborsi, penyalahgunaan narkoba, dll) adalah murni lebih disebabkan karena ulah manusia. Itu belum termasuk kezaliman para penguasa yang dengan semena-mena menerapkan berbagai UU yang justru menyengsarakan rakyat seperti UU Migas, UU SDA, UU Listrik, UU Penanaman Modal, UU BHP, dll. UU tersebut pada kenyataannya lebih untuk memenuhi nafsu segelintir para pemilik modal ketimbang berpihak pada kepentingan rakyat.

Pertanyaannya: Mengapa semua ini terjadi? Bagaimana pula seharusnya bangsa ini bersikap? Apa yang mesti dilakukan? Haruskah kita menyikapi semua ini dengan sikap pasrah dan berdiam diri karena menganggap semua itu sebagai ’takdir’?

Tentu tidak demikian. Pasalnya, harus disadari, bahwa berbagai bencana dan musibah yang selama ini terjadi lebih banyak merupakan akibat kemungkaran dan kemaksiatan yang telah merajalela di negeri ini. Semua itu tidak lain sebagai akibat bangsa ini telah lama mencampakkan syariah Allah dan malah menerapkankan hukum-hukum kufur di negeri ini.

Karena itu, momentum akhir tahun ini tampaknya bisa digunakan oleh seluruh komponen bangsa ini untuk melakukan muhâsabah, koreksi diri, sembari dengan penuh kesadaran dan kesungguhan melakukan upaya untuk mengatasi berbagai persoalan yang melanda negeri ini. Tampaknya bangsa ini harus segera bertobat dengan segera menerapkan hukum-hukum Allah SWT secara total dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Maka dari itu, perjuangan untuk menegakan syariah Islam di negeri ini tidak boleh berhenti, bahkan harus terus ditingkatkan dan dioptimalkan. Sebab, sebagai Muslim kita yakin, bahwa hanya syariah Islamlah—dalam wadah Khilafah—yang bisa memberikan kemaslahatan bagi negeri ini, bahkan bagi seluruh alam raya ini.

Itulah di antara perkara penting yang dipaparkan dalam tema utama al-wa‘ie kali ini, selain sejumlah tema penting lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Add This! Blinklist BlueDot Connotea del.icio.us Digg Diigo Facebook FeedMeLinks Google Magnolia Ask.com Yahoo! MyWeb Netvouz Newsvine reddit Simpy SlashDot Spurl StumbleUpon Technorati
Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

-->
EDITORIAL
10 Jan 2010

Ketika berbicara di televisi BBC, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyerukan intervensi lebih besar dari Barat di Yaman dan menyerang tuntutan bagi kekhalifahan dunia di dunia Muslim sebagai sebuah “ideologi pembunuh” dan suatu “penyimpangan dari islam “.
Taji Mustafa, Perwakilan Media Hizbut Tahrir Inggris berkata: “Gordon Brown, seperti halnya Tony Blair yang memerintah sebelumnya, berbohong [...]

Index Editorial
Leaflet
No Image
09 Jan 2010
بِسْـــمِ اللهِ الرَّحْمٰـــنِ الرَّحِيـــم Sia-sia Saja Menggantungkan Harapan Kepada Rencana-rencana Pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)! Pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan...
Index Leaflet
KALENDER
January 2010
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
  • 1/24/2010: Halqah Islam dan Peradaban edisi 16
POLLING

Islam hanya mengakui pluralitas, bukan pluralisme. Pandangan Anda?

View Results

Loading ... Loading ...
AL-ISLAM
Al-Islam

ACFTA-PASAR BEBAS 2010: “BUNUH DIRI EKONOMI INDONESIA”

Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut. Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, [...]

Index Al Islam

EBOOK DOWNLOAD
Ebook Download

Download buku-buku yang dikeluarkan Hizbut Tahrir, dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggris.

Download disini

RSS NEWSLETTER
Powered By Blogger

Followers