HADHARAH ISLAMIYYAH Headline Animator

Sunday, July 17, 2011

What about NOTW’s anti-Islam bias and its inciting of Muslim hatred?

JULY 17, 2011
stop-minarets

Despite the demise of NOTW Muslims and Islam are unlikely to get a fair hearing in the British press.

Muslims have a special interest in the shocking though perhaps unsurprising revelations surrounding the News of the World. Since 9/11 NOTW perhaps more than any other media outlet exploited every opportunity (real or fabricated) to attack Islam and the Shariah; frequently claiming that Muslims in Britain behaved as if they were above the law. The weekly torrent of anti-Muslim stories, defended on the grounds of freedom of speech and openness, manufactured an atmosphere of hate against Muslims and Islam given the wide circulations and consequent influencing power of the tabloids – no doubt fanning the flames of Islamaphobia leading to attacks on Muslims, mosques and madarsas across the country. Muslims quickly became public enemy – perhaps in the same way that NOTW journalists are being seen today – how ironic!

Disclosures of NOTW’s illegal, corrupt and immoral practices of hacking a murdered school girl’s phone; compromising criminal investigations; bribing police officers; and blackmailing politicians exposes the hypocritical true corrupt position of its editorial staff. One wonders how many of those anti-Muslim stories had any semblance of reality and more importantly what role the police and politicians – given their ties with NOTW – played in feeding the anti-Muslim agenda to the media. It’s unlikely this will form one of the points of investigation for the Public Inquiry though.

After the furore of the MPs expense abuses it could not get worse for the so called mother of democracy – the British Parliament. Yet with successive British prime ministers surreptitiously currying favour with Murdoch including his editorial staff and senior police officers taking cash for inside information – we’ve had a glimpse of the deep seated corruption usually associated with the political elites in the Third World, especially in the Muslim countries. Perhaps it unsurprising really as the political class in the Third World gets its patronage from these very same morally bankrupt characters in the west.

With politicians now smelling the scent of a wounded animal Murdoch is being portrayed as the all-embracing dark cloud that put a spell that corrupted politics wielding undue influence over the British political establishment. However, these same politicians courted Murdoch’s influence as much as Murdoch utilised their power to expand his empire. British politicians of all colours cultivated ties with military precision over decades with the Murdoch media empire knowing full well the power of the tabloid press in influencing public opinion – for or against their policies.

After the name calling we’re at the stage in the storm, as has been seen in previous crises (Iraq War; MPs Expenses), when a Public inquiry is proposed to “get to the bottom of the issues”. A few heads will be sacrificed after holding out to take as much of the culpability as possible; leading actors will issue solemn public apologies; new codes of practice will be said to provide greater disclosure of political and media links to placate the public but at the same time open new loop holes for more wrongdoings given the insidious, deep and entrenched links between politics, media and big business.

With the Muslim world increasingly adopting media rules (or the lack of) from the west the political systems in Muslim countries, already corruption ridden, will become even more unrepresentative and open to corporate and foreign manipulation hidden behind the façade of an open and free media.

Source: www.hizb.org.uk


0 comments:

THE METHOD TO ESTABLISH KHILAFAH

video

Blog Archive

archives

Bangsa ini Harus Segera Bertobat

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, negeri ini seolah menjadi negeri segudang bencana; baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Bencana alam ada yang bersifat alamiah karena faktor alam (seperti gempa, tsunami, dll), tetapi juga ada yang karena faktor manusia (seperti banjir, kerusakan lingkungan, pencemaran karena limbah industri, dll). Adapun bencana kemanusiaan seperti kemiskinan, kelaparan serta terjadinya banyak kasus kriminal (seperti korupsi, suap-menyuap, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, maraknya aborsi, penyalahgunaan narkoba, dll) adalah murni lebih disebabkan karena ulah manusia. Itu belum termasuk kezaliman para penguasa yang dengan semena-mena menerapkan berbagai UU yang justru menyengsarakan rakyat seperti UU Migas, UU SDA, UU Listrik, UU Penanaman Modal, UU BHP, dll. UU tersebut pada kenyataannya lebih untuk memenuhi nafsu segelintir para pemilik modal ketimbang berpihak pada kepentingan rakyat.

Pertanyaannya: Mengapa semua ini terjadi? Bagaimana pula seharusnya bangsa ini bersikap? Apa yang mesti dilakukan? Haruskah kita menyikapi semua ini dengan sikap pasrah dan berdiam diri karena menganggap semua itu sebagai ’takdir’?

Tentu tidak demikian. Pasalnya, harus disadari, bahwa berbagai bencana dan musibah yang selama ini terjadi lebih banyak merupakan akibat kemungkaran dan kemaksiatan yang telah merajalela di negeri ini. Semua itu tidak lain sebagai akibat bangsa ini telah lama mencampakkan syariah Allah dan malah menerapkankan hukum-hukum kufur di negeri ini.

Karena itu, momentum akhir tahun ini tampaknya bisa digunakan oleh seluruh komponen bangsa ini untuk melakukan muhâsabah, koreksi diri, sembari dengan penuh kesadaran dan kesungguhan melakukan upaya untuk mengatasi berbagai persoalan yang melanda negeri ini. Tampaknya bangsa ini harus segera bertobat dengan segera menerapkan hukum-hukum Allah SWT secara total dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Maka dari itu, perjuangan untuk menegakan syariah Islam di negeri ini tidak boleh berhenti, bahkan harus terus ditingkatkan dan dioptimalkan. Sebab, sebagai Muslim kita yakin, bahwa hanya syariah Islamlah—dalam wadah Khilafah—yang bisa memberikan kemaslahatan bagi negeri ini, bahkan bagi seluruh alam raya ini.

Itulah di antara perkara penting yang dipaparkan dalam tema utama al-wa‘ie kali ini, selain sejumlah tema penting lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Add This! Blinklist BlueDot Connotea del.icio.us Digg Diigo Facebook FeedMeLinks Google Magnolia Ask.com Yahoo! MyWeb Netvouz Newsvine reddit Simpy SlashDot Spurl StumbleUpon Technorati
Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

-->
EDITORIAL
10 Jan 2010

Ketika berbicara di televisi BBC, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyerukan intervensi lebih besar dari Barat di Yaman dan menyerang tuntutan bagi kekhalifahan dunia di dunia Muslim sebagai sebuah “ideologi pembunuh” dan suatu “penyimpangan dari islam “.
Taji Mustafa, Perwakilan Media Hizbut Tahrir Inggris berkata: “Gordon Brown, seperti halnya Tony Blair yang memerintah sebelumnya, berbohong [...]

Index Editorial
Leaflet
No Image
09 Jan 2010
بِسْـــمِ اللهِ الرَّحْمٰـــنِ الرَّحِيـــم Sia-sia Saja Menggantungkan Harapan Kepada Rencana-rencana Pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)! Pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan...
Index Leaflet
KALENDER
January 2010
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
  • 1/24/2010: Halqah Islam dan Peradaban edisi 16
POLLING

Islam hanya mengakui pluralitas, bukan pluralisme. Pandangan Anda?

View Results

Loading ... Loading ...
AL-ISLAM
Al-Islam

ACFTA-PASAR BEBAS 2010: “BUNUH DIRI EKONOMI INDONESIA”

Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut. Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, [...]

Index Al Islam

EBOOK DOWNLOAD
Ebook Download

Download buku-buku yang dikeluarkan Hizbut Tahrir, dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggris.

Download disini

RSS NEWSLETTER
Powered By Blogger

Followers