HADHARAH ISLAMIYYAH Headline Animator

Sunday, July 17, 2011

NOTW exposes liberal democracy as being rotten to the core

JULY 12, 2011
Cameron-Murdoch

After the financial crisis exposed flaws in capitalism and the MPs expenses scandal the inherent corruption in the democratic system; the crisis in the media underlines just how morally bankrupt institutional pillars of the capitalist ideology really are.

Any society or ideology has to be judged not by what it says but by how it acts. A contradiction between words and actions would rightly be labelled as hypocrisy.

This is a label that has over the recent past been worn unashamedly by the Western democratic system. Numerous wars and the ‘dodgy’ reasons for them have for most created a sense of mistrust not only of politicians but also the system itself. However in spite this reality there has always been a sense of the West holding some kind of moral high ground over the rest of the world. The excuse has always been not to focus so much on the ‘How’ but the ‘Why’; so Afghanistan and Iraq were about ‘freeing’ the ordinary people, speaking on behalf of those who are voiceless and instilling a set of progressive democratic values in those who have known nothing but backwardness.

This is the kind of narrative the press along with politicians in the UK have been peddling for many years and has formed the cornerstone of their anti-Islam and interventionist agenda. Ideas such as a capitalist styled corporate economy, freedom of the press and the individual have all been used to highlight the great virtues of western liberalism.
However when examined in the cold light of day the very values which are supposed to save the Muslim world are themselves found wanting. The well publicised problems at the News of the World (NOTW) have really put the whole democratic system and society under the microscope. From the obvious immorality of individuals to the failure of the political and crime fighting institutions in dealing with the hacking of private phones serious concerns have been raised. Although there has been much focus on Rupert Murdoch, Andy Coulson and Rebekah Brooks the issues at NOTW transcend the actions of an individual or a corporate business.

The phone hacking scandal goes to the very core of what is wrong with Cameron’s ‘Broken Britain’, it is broken simply because of the principles upon which it has been built. These principles of materialism, freedom and the pursuit of goals at any cost have built a whole society of individuals who think very little of the affect of their actions on others. Hacking the phone of dead schoolgirl Milly Dowler was for those involved simply the way to a better pay day. The police officers selling information to NOTW were following the ‘capitalist dream’ where money equates to happiness and Rebekah Brooks has been maximising the corporate interests of NOTW.

It is nonsensical to believe that a society which in essence has no moral barometer for right and wrong can be given the motivation to pursue wealth and position without disastrous outcomes.

The true irony for those hell bent on global regime change such as David Cameron is that the NOTW has exposed the democratic political system as being nothing more than a tool in the hands of the corporate elite. The lessons from the last week or so are clear; democracy and western liberalism are not ideas upon which to build a society.

Despite the political rhetoric the Muslim world has no need for a corrupted, immoral system such as liberal democracy. If anything only the implementation of Islam at a state level can show all of humanity how to live in a manner where the privacy of everyone is protected and the government is not influenced by those with corporate power.

Source: www.hizb.org.uk


0 comments:

THE METHOD TO ESTABLISH KHILAFAH

video

Blog Archive

archives

Bangsa ini Harus Segera Bertobat

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, negeri ini seolah menjadi negeri segudang bencana; baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Bencana alam ada yang bersifat alamiah karena faktor alam (seperti gempa, tsunami, dll), tetapi juga ada yang karena faktor manusia (seperti banjir, kerusakan lingkungan, pencemaran karena limbah industri, dll). Adapun bencana kemanusiaan seperti kemiskinan, kelaparan serta terjadinya banyak kasus kriminal (seperti korupsi, suap-menyuap, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, maraknya aborsi, penyalahgunaan narkoba, dll) adalah murni lebih disebabkan karena ulah manusia. Itu belum termasuk kezaliman para penguasa yang dengan semena-mena menerapkan berbagai UU yang justru menyengsarakan rakyat seperti UU Migas, UU SDA, UU Listrik, UU Penanaman Modal, UU BHP, dll. UU tersebut pada kenyataannya lebih untuk memenuhi nafsu segelintir para pemilik modal ketimbang berpihak pada kepentingan rakyat.

Pertanyaannya: Mengapa semua ini terjadi? Bagaimana pula seharusnya bangsa ini bersikap? Apa yang mesti dilakukan? Haruskah kita menyikapi semua ini dengan sikap pasrah dan berdiam diri karena menganggap semua itu sebagai ’takdir’?

Tentu tidak demikian. Pasalnya, harus disadari, bahwa berbagai bencana dan musibah yang selama ini terjadi lebih banyak merupakan akibat kemungkaran dan kemaksiatan yang telah merajalela di negeri ini. Semua itu tidak lain sebagai akibat bangsa ini telah lama mencampakkan syariah Allah dan malah menerapkankan hukum-hukum kufur di negeri ini.

Karena itu, momentum akhir tahun ini tampaknya bisa digunakan oleh seluruh komponen bangsa ini untuk melakukan muhâsabah, koreksi diri, sembari dengan penuh kesadaran dan kesungguhan melakukan upaya untuk mengatasi berbagai persoalan yang melanda negeri ini. Tampaknya bangsa ini harus segera bertobat dengan segera menerapkan hukum-hukum Allah SWT secara total dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Maka dari itu, perjuangan untuk menegakan syariah Islam di negeri ini tidak boleh berhenti, bahkan harus terus ditingkatkan dan dioptimalkan. Sebab, sebagai Muslim kita yakin, bahwa hanya syariah Islamlah—dalam wadah Khilafah—yang bisa memberikan kemaslahatan bagi negeri ini, bahkan bagi seluruh alam raya ini.

Itulah di antara perkara penting yang dipaparkan dalam tema utama al-wa‘ie kali ini, selain sejumlah tema penting lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Add This! Blinklist BlueDot Connotea del.icio.us Digg Diigo Facebook FeedMeLinks Google Magnolia Ask.com Yahoo! MyWeb Netvouz Newsvine reddit Simpy SlashDot Spurl StumbleUpon Technorati
Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

-->
EDITORIAL
10 Jan 2010

Ketika berbicara di televisi BBC, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyerukan intervensi lebih besar dari Barat di Yaman dan menyerang tuntutan bagi kekhalifahan dunia di dunia Muslim sebagai sebuah “ideologi pembunuh” dan suatu “penyimpangan dari islam “.
Taji Mustafa, Perwakilan Media Hizbut Tahrir Inggris berkata: “Gordon Brown, seperti halnya Tony Blair yang memerintah sebelumnya, berbohong [...]

Index Editorial
Leaflet
No Image
09 Jan 2010
بِسْـــمِ اللهِ الرَّحْمٰـــنِ الرَّحِيـــم Sia-sia Saja Menggantungkan Harapan Kepada Rencana-rencana Pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)! Pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan...
Index Leaflet
KALENDER
January 2010
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
  • 1/24/2010: Halqah Islam dan Peradaban edisi 16
POLLING

Islam hanya mengakui pluralitas, bukan pluralisme. Pandangan Anda?

View Results

Loading ... Loading ...
AL-ISLAM
Al-Islam

ACFTA-PASAR BEBAS 2010: “BUNUH DIRI EKONOMI INDONESIA”

Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut. Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, [...]

Index Al Islam

EBOOK DOWNLOAD
Ebook Download

Download buku-buku yang dikeluarkan Hizbut Tahrir, dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggris.

Download disini

RSS NEWSLETTER
Powered By Blogger

Followers