HADHARAH ISLAMIYYAH Headline Animator

Wednesday, August 10, 2011

The London riots highlight the failure of Capitalism to instill social dignity



AUGUST 9, 2011






2011 will be remembered as the year of the peoples protests, with millions coming to the streets of cities across the Middle East calling for the corrupt governments to go. Protests have taken place in Western cities for different reasons: student tuition fees, Greece’s austerity measures; and over this weekend against the killing of Mark Duggan in London which has triggered a spate of riots, every night since, right across the capital.

Protesters in the Middle East have suffered the wrath of their governments for their actions. Many thousands have lost their lives in Tunisia, Syria, Libya, Yemen and Egypt but the protests have continued with a sense of dignified determination. This is in stark contrast to the protests in the Western world which have ultimately turned into a chaotic frenzy of mindless violence against not only the authorities but private property and public amenities.

The scenes of chaos and destruction from the student fees protests in London earlier this year have been surpassed with the violence and looting of those in Tottenham in London. After the protest over the death of Mark Duggan in police custody (not for the first time a black man has been killed in police custody), youth in Tottenham decided that it was time to create havoc. The riots have not simply been a case of pent up anger at social deprivation and poor housing coming to the surface it was an en-masse act of criminality.

It cannot be denied that the capitalist system has failed the minorities of London just as it has across the UK. However whereas the people of the Middle East reacted to deaf ears with determination and more zeal, Western freedom meant that those in London choose to just loot and burn establishments totally unconnected with their grievances.

The scenes of burning buildings in Tottenham and rioting spreading to Enfield is not surprising considering the capitalist creed’s inability to create social harmony and a sense of individual responsibility. Even if the flawed argument of social deprivation is entertained it speaks volumes that the down trodden must burn half their own high street to make their voices heard, so much for the power of the democratic ballot box.

As the magnitude of the economic failure of capitalism is starting to hit home the already shaky social morality of the West is beginning to unravel. The rise of the far right across Europe coupled with the violence in Greece and the UK are just the tip of the iceberg, as life becomes more difficult scenes such as those in Athens and London will become more frequent.

The Western world so accustomed to living the life of Riley through their colonialism are now suffering the same problems that places like Africa have for decades. The only difference is that capitalism is only good for creating materialism within the masses. It totally fails to teach them patience when times are difficult. The fuel protests of a few years ago which led to fighting over loaves of bread in supermarkets were then a reminder of the inability of western society to cope with even minor hardship.

To see the polar difference between Islam and capitalism you need only look to the suffering Muslims of Somalia, who are literally starving to death. Men and Women are walking for days on end to find just a meal for their dying children, some of the scenes are unbearable.

Despite all their suffering they have not lost their dignity and resorted to looting food stores en-masse they have put their trust in Alllah (swt) and held on to the dignity the Islamic values give them.

One can only imagine what those in London would do faced with a situation like that in Somalia.

0 comments:

THE METHOD TO ESTABLISH KHILAFAH

video

Blog Archive

archives

Bangsa ini Harus Segera Bertobat

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, negeri ini seolah menjadi negeri segudang bencana; baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Bencana alam ada yang bersifat alamiah karena faktor alam (seperti gempa, tsunami, dll), tetapi juga ada yang karena faktor manusia (seperti banjir, kerusakan lingkungan, pencemaran karena limbah industri, dll). Adapun bencana kemanusiaan seperti kemiskinan, kelaparan serta terjadinya banyak kasus kriminal (seperti korupsi, suap-menyuap, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, maraknya aborsi, penyalahgunaan narkoba, dll) adalah murni lebih disebabkan karena ulah manusia. Itu belum termasuk kezaliman para penguasa yang dengan semena-mena menerapkan berbagai UU yang justru menyengsarakan rakyat seperti UU Migas, UU SDA, UU Listrik, UU Penanaman Modal, UU BHP, dll. UU tersebut pada kenyataannya lebih untuk memenuhi nafsu segelintir para pemilik modal ketimbang berpihak pada kepentingan rakyat.

Pertanyaannya: Mengapa semua ini terjadi? Bagaimana pula seharusnya bangsa ini bersikap? Apa yang mesti dilakukan? Haruskah kita menyikapi semua ini dengan sikap pasrah dan berdiam diri karena menganggap semua itu sebagai ’takdir’?

Tentu tidak demikian. Pasalnya, harus disadari, bahwa berbagai bencana dan musibah yang selama ini terjadi lebih banyak merupakan akibat kemungkaran dan kemaksiatan yang telah merajalela di negeri ini. Semua itu tidak lain sebagai akibat bangsa ini telah lama mencampakkan syariah Allah dan malah menerapkankan hukum-hukum kufur di negeri ini.

Karena itu, momentum akhir tahun ini tampaknya bisa digunakan oleh seluruh komponen bangsa ini untuk melakukan muhâsabah, koreksi diri, sembari dengan penuh kesadaran dan kesungguhan melakukan upaya untuk mengatasi berbagai persoalan yang melanda negeri ini. Tampaknya bangsa ini harus segera bertobat dengan segera menerapkan hukum-hukum Allah SWT secara total dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Maka dari itu, perjuangan untuk menegakan syariah Islam di negeri ini tidak boleh berhenti, bahkan harus terus ditingkatkan dan dioptimalkan. Sebab, sebagai Muslim kita yakin, bahwa hanya syariah Islamlah—dalam wadah Khilafah—yang bisa memberikan kemaslahatan bagi negeri ini, bahkan bagi seluruh alam raya ini.

Itulah di antara perkara penting yang dipaparkan dalam tema utama al-wa‘ie kali ini, selain sejumlah tema penting lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Add This! Blinklist BlueDot Connotea del.icio.us Digg Diigo Facebook FeedMeLinks Google Magnolia Ask.com Yahoo! MyWeb Netvouz Newsvine reddit Simpy SlashDot Spurl StumbleUpon Technorati
Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

-->
EDITORIAL
10 Jan 2010

Ketika berbicara di televisi BBC, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyerukan intervensi lebih besar dari Barat di Yaman dan menyerang tuntutan bagi kekhalifahan dunia di dunia Muslim sebagai sebuah “ideologi pembunuh” dan suatu “penyimpangan dari islam “.
Taji Mustafa, Perwakilan Media Hizbut Tahrir Inggris berkata: “Gordon Brown, seperti halnya Tony Blair yang memerintah sebelumnya, berbohong [...]

Index Editorial
Leaflet
No Image
09 Jan 2010
بِسْـــمِ اللهِ الرَّحْمٰـــنِ الرَّحِيـــم Sia-sia Saja Menggantungkan Harapan Kepada Rencana-rencana Pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)! Pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan...
Index Leaflet
KALENDER
January 2010
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
  • 1/24/2010: Halqah Islam dan Peradaban edisi 16
POLLING

Islam hanya mengakui pluralitas, bukan pluralisme. Pandangan Anda?

View Results

Loading ... Loading ...
AL-ISLAM
Al-Islam

ACFTA-PASAR BEBAS 2010: “BUNUH DIRI EKONOMI INDONESIA”

Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut. Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, [...]

Index Al Islam

EBOOK DOWNLOAD
Ebook Download

Download buku-buku yang dikeluarkan Hizbut Tahrir, dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggris.

Download disini

RSS NEWSLETTER
Powered By Blogger

Followers