HADHARAH ISLAMIYYAH Headline Animator

Saturday, March 30, 2013

Muslims in West told: Forget Halal and Haram, It's about 'Equality'


E-mailPrintPDF
As Friday approached, I was thinking of what topic I should cover in the Jumuah Khutbah. In the end I ended up discussing a basic Islamic concept which should be well known to even a young Muslim but which needed re-enforcing as it was being actively undermined – even by some prominent Muslim voices in the UK.
The UK House of Commons recently voted by 400 votes to 175 to legalise same-sex marriage in Britain. Muslim MPs such as Sadiq Khan, Rushanara Ali, Sajid Javid, and others voted in support of this legislation. At election time, these same MPs (and other politicians) visit Masajids and other Muslim institutions seeking the Muslim vote, yet, here they were voting for same-sex marriage which Islam clearly forbids. Facing a backlash from his Muslim supporters, the Muslim MP, Sadik Khan wrote a blog titled, 'Why I voted in favour of same-sex marriage', defending his position. In it, he wrote "I voted in favour of the legislation because I believe that this is fundamentally an issue of equality." What was new was that some other prominent Muslim commentators also started to argue that Muslims must not oppose same-sex marriage because if we Muslims want to be accepted as equals in British society, we must stand for equality for all types of practices – including same-sex marriage.
So again and again, there were voices in the Muslim community saying we must see this issue through the prism of equality and anti-discrimination.
I remember a friend once saying that the way you change some of the core values of a community over time is to stop public discussion or promotion of their core ideas. So over a long period of time, as those ideas are no longer discussed, people (especially the younger generation) no longer hear them. Further down the line, raising that idea publicly becomes a strange thing and could even become unacceptable. At the moment, ideas like the supporting the jihad of Muslims in Afghanistan as they fight and defend themselves against occupation by Western forces - is an example of this. So UK masajids and some Muslim groups shy away from mentioning this issue because some in the media and government label those who raise this as 'extremists' or accuse them of being involved in 'radicalisation'.
A similar thing started to happen with public opposition to same sex-marriage. However, this time, it is some few and strange voices from within the Muslim community who are telling Muslims to view this issue through the prism of 'equality'.
Hence, I decided to cover the following points in my khutbah and subsequent video on the issue of same-sex marriage as a way to remind Muslims of the absolute need to hold onto the Islamic criteria of halal and haram and to equip Muslims to argue back rather than be bullied into silence and abandoning the Islamic criteria.
• We come to this issue as Muslims who believe in Allah سبحانه وتعالى, the Qur'an He revealed to Prophet Muhammad صلى الله عليه وسلم and that Allah سبحانه وتعالى is All Knowing and hence the One who decides what is right and what is wrong.
• When humans (through parliament) try to legislate right and wrong, we witness contradictions and harmful consequences on society. In the West, adultery was once illegal, now it is legal and glorified in movies, plays and popular culture. Similarly, homosexuality was once illegal, now it is legal, glorified and now there are moves to legalise same-sex marriage. What will be next? Incest? Assisted suicide?
• Islam's position is clear on the prohibition of same-sex marriage, adultery and other such lifestyles.
• Islam's laws protect the family and prohibit things that harm family life.
• Muslims should not be apologetic for adhering to the rules of Islam which come from the All Knowing Creator - Allah سبحانه وتعالى.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
"It is not for a believer, man or woman, when Allah and His Messenger have decreed a matter that they should have any option in their decision."
(Al-Ahzab, 33:36)
Taji Mustafa
Media Representative of Hizb ut Tahrir in Britain

0 comments:

THE METHOD TO ESTABLISH KHILAFAH

video

Bangsa ini Harus Segera Bertobat

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, negeri ini seolah menjadi negeri segudang bencana; baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Bencana alam ada yang bersifat alamiah karena faktor alam (seperti gempa, tsunami, dll), tetapi juga ada yang karena faktor manusia (seperti banjir, kerusakan lingkungan, pencemaran karena limbah industri, dll). Adapun bencana kemanusiaan seperti kemiskinan, kelaparan serta terjadinya banyak kasus kriminal (seperti korupsi, suap-menyuap, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, maraknya aborsi, penyalahgunaan narkoba, dll) adalah murni lebih disebabkan karena ulah manusia. Itu belum termasuk kezaliman para penguasa yang dengan semena-mena menerapkan berbagai UU yang justru menyengsarakan rakyat seperti UU Migas, UU SDA, UU Listrik, UU Penanaman Modal, UU BHP, dll. UU tersebut pada kenyataannya lebih untuk memenuhi nafsu segelintir para pemilik modal ketimbang berpihak pada kepentingan rakyat.

Pertanyaannya: Mengapa semua ini terjadi? Bagaimana pula seharusnya bangsa ini bersikap? Apa yang mesti dilakukan? Haruskah kita menyikapi semua ini dengan sikap pasrah dan berdiam diri karena menganggap semua itu sebagai ’takdir’?

Tentu tidak demikian. Pasalnya, harus disadari, bahwa berbagai bencana dan musibah yang selama ini terjadi lebih banyak merupakan akibat kemungkaran dan kemaksiatan yang telah merajalela di negeri ini. Semua itu tidak lain sebagai akibat bangsa ini telah lama mencampakkan syariah Allah dan malah menerapkankan hukum-hukum kufur di negeri ini.

Karena itu, momentum akhir tahun ini tampaknya bisa digunakan oleh seluruh komponen bangsa ini untuk melakukan muhâsabah, koreksi diri, sembari dengan penuh kesadaran dan kesungguhan melakukan upaya untuk mengatasi berbagai persoalan yang melanda negeri ini. Tampaknya bangsa ini harus segera bertobat dengan segera menerapkan hukum-hukum Allah SWT secara total dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Maka dari itu, perjuangan untuk menegakan syariah Islam di negeri ini tidak boleh berhenti, bahkan harus terus ditingkatkan dan dioptimalkan. Sebab, sebagai Muslim kita yakin, bahwa hanya syariah Islamlah—dalam wadah Khilafah—yang bisa memberikan kemaslahatan bagi negeri ini, bahkan bagi seluruh alam raya ini.

Itulah di antara perkara penting yang dipaparkan dalam tema utama al-wa‘ie kali ini, selain sejumlah tema penting lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Add This! Blinklist BlueDot Connotea del.icio.us Digg Diigo Facebook FeedMeLinks Google Magnolia Ask.com Yahoo! MyWeb Netvouz Newsvine reddit Simpy SlashDot Spurl StumbleUpon Technorati
Cetak halaman ini Cetak halaman ini      

-->
EDITORIAL
10 Jan 2010

Ketika berbicara di televisi BBC, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyerukan intervensi lebih besar dari Barat di Yaman dan menyerang tuntutan bagi kekhalifahan dunia di dunia Muslim sebagai sebuah “ideologi pembunuh” dan suatu “penyimpangan dari islam “.
Taji Mustafa, Perwakilan Media Hizbut Tahrir Inggris berkata: “Gordon Brown, seperti halnya Tony Blair yang memerintah sebelumnya, berbohong [...]

Index Editorial
Leaflet
No Image
09 Jan 2010
بِسْـــمِ اللهِ الرَّحْمٰـــنِ الرَّحِيـــم Sia-sia Saja Menggantungkan Harapan Kepada Rencana-rencana Pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)! Pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan...
Index Leaflet
KALENDER
January 2010
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
  • 1/24/2010: Halqah Islam dan Peradaban edisi 16
POLLING

Islam hanya mengakui pluralitas, bukan pluralisme. Pandangan Anda?

View Results

Loading ... Loading ...
AL-ISLAM
Al-Islam

ACFTA-PASAR BEBAS 2010: “BUNUH DIRI EKONOMI INDONESIA”

Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut. Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, [...]

Index Al Islam

EBOOK DOWNLOAD
Ebook Download

Download buku-buku yang dikeluarkan Hizbut Tahrir, dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggris.

Download disini

RSS NEWSLETTER
Powered By Blogger

Followers