".....Akan muncul khilafah yang mengikut metod kenabian." [HR. Ahmad & Al-Bazzar]
Monday, August 4, 2014
Bendera Rasulullah SAW
Di dalam bahasa Arab, bendera dinamai dengan Al-Liwa'. Sedangkan panji-panji perang dinamakan dengan Ar-Rayah. Disebut juga dengan al-‘alam. Ar-Rayah adalah panji-panji yang diserahkan kepada pemimpin peperangan, di mana seluruh pasukan berperang di bawah naungannya. Sedangkan Al-Liwa' adalah bendera yang menunjukan posisi pemimpin pasukan, dan ia akan dibawa mengikuti posisi pemimpin pasukan. Al-Liwa' adalah Al-‘Alam (bendera) yang berukuran besar. Jadi, Al-Liwa' adalah Bendera Negara Islam Global. Sedangkan Ar-Rayah berbeza dengan Al-‘Alam. Ar-Rayah adalah bendera yang berukuran lebih kecil, yang diserahkan oleh Khalifah atau wakilnya kepada pemimpin perang, serta komandan-komandan pasukan Islam lainnya. Ar-Rayah merupakan tanda yang menunjukan bahawa orang yang membawanya adalah pemimpin perang. Al-Liwa' (Bendera Negara Islam Global) berwarna putih, sedangkan Ar-Rayah (Panji-Panji Perang) berwarna hitam. Banyak riwayat (hadis) warna Al-Liwa' dan Ar- Rayah, diantaranya : 'Ar-Rayahnya (Panji Peperangan) Rasulullah SAW berwarna hitam, sedang Al- Liwa' (Benderanya) berwarna putih.' (Hadis Riwayat Thabrani, Hakim, dan Ibnu Majah) Meskipun terdapat juga hadis-hadis lain yang menggambarkan warna-warna lain untuk Al- Liwa' (Bendera Negara Islam Global) dan Ar- Rayah (Panji Peperangan), akan tetapi sebagian besar ahli hadis meriwayatkan warna Al-Liwa' dengan warna putih, dan Ar-Rayah dengan warna hitam. Tidak terdapat keterangan yang menjelaskan ukuran bendera dan panji-panji Islam di masa Rasulullah SAW, tetapi terdapat keterangan tentang bentuknya, iaitu empat persegi. 'Panji Rasulullah SAW berwarna hitam, berbentuk segi empat dan terbuat dari kain wol' (Hadis Riwayat Tirmidzi) Pada Al-Liwa' (Bendera Negara Islam Global) dan Ar-Rayah (Panji Peperangan) terdapat tulisan ‘ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ’ . Pada Al-Liwa' yang berwarna dasar putih, tulisan itu berwarna hitam. Sedangkan pada Ar- Rayah yang berwarna dasar hitam, tulisannya berwarna putih. Hal ini dijelaskan oleh Al-Kittani, yang berkata bahawa hadis-hadis tersebut (yang menjelaskan tentang tulisan pada Al-Liwa' dan Ar-Rayah) terdapat di dalam Musnad Imam Ahmad dan Tirmidzi, melalui jalur Ibnu Abbas. Imam Thabrani meriwayatkannya melalui jalur Buraidah al-Aslami, sedangkan Ibnu ‘Adi melalui jalur Abu Hurairah. Begitu juga hadis-hadis yang menunjukan adanya lafaz ‘ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ’ , pada bendera dan panji-panji perang, terdapat pada kitab Fathul Bari. Berdasarkan paparan tersebut diatas, bendera Islam di masa Rasulullah SAW adalah berwarna putih, berbentuk segi empat dan di dalamnya terdapat tulisan ‘ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ’ dengan warna hitam. Dan panji-panji perang di masa Rasulullah SAW berwarna dasar hitam, berbentuk persegi empat, dengan tulisan di dalamnya ‘ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ’ berwarna putih. Negara Khilafah Islamiyah akan segera bangkit kembali sesuai dengan janji Allah SWT, bagi mereka yang beriman dan bertakwa kepada Allah dan Rasulullah SAW, pasti akan memperjuangkannya dan menantikan dengan hati gembira hadirnya kembali --Negara Islam Global-- yang akan mempersatukan seluruh umat Islam di dunia dalam satu naungan Negara iaitu Khilafah, dalam satu kibaran Bendera iaitu Bendera bertuliskan ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ , iaitu bendera Islam yang akan berkibar di setiap tiang-tiang bendera di seluruh Negeri Muslim di dunia. Insya Allah,
THE METHOD TO ESTABLISH KHILAFAH
video
E-Book 2
Assalaamu’alaikum wr wb
Bagi Anda yang memerlukan tambahan wawasan, kami sediakan beberapa e-book yang boleh Anda download. Insya Allah.
- Demokrasi Sistem Kufur
- Ahkamush Sholat
- Tafsir Jalalain
- Bulughul Maram
- Manajemen Qolbu
- Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah
- Aa Gym
- Arabindo–Belajar Bahasa Arab untuk Orang Indonesia
- Bibel, Quran, dan Sains Modern
- Futuhat Islam (file flash)
- Hukum Islam Seputar Busana dan Penampilan Wanita
- Kepada Ukhti Muslimah
- Larang Berzina (karya Ibnu Qayyim al-Jauziyah)
- Ma’alim Fi ath-Thariq (petunjuk sepanjang masa) karya Sayyid Qutbh
- Prinsip Ilmu Ushul Fiqh (karya Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin)
- Risalah Ramadhan
- Riyadhus Shalihin (karya Imam Nawawi)
- Sebab-sebab Keguncangan Pasar Modal
- Ruqyah Syar’iyyah
- Tarbiyah
- Sejarah Hidup Muhammad
- Tuntunan Shalat Menurut al-Quran dan as-Sunnah
- al-Quran Digital versi 2.21
- Buletin GAULISLAM (edisi 001-104; tahun ke-1 dan ke-2)
Bangsa ini Harus Segera Bertobat
Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.
Pembaca yang budiman, negeri ini seolah menjadi negeri segudang bencana; baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Bencana alam ada yang bersifat alamiah karena faktor alam (seperti gempa, tsunami, dll), tetapi juga ada yang karena faktor manusia (seperti banjir, kerusakan lingkungan, pencemaran karena limbah industri, dll). Adapun bencana kemanusiaan seperti kemiskinan, kelaparan serta terjadinya banyak kasus kriminal (seperti korupsi, suap-menyuap, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, maraknya aborsi, penyalahgunaan narkoba, dll) adalah murni lebih disebabkan karena ulah manusia. Itu belum termasuk kezaliman para penguasa yang dengan semena-mena menerapkan berbagai UU yang justru menyengsarakan rakyat seperti UU Migas, UU SDA, UU Listrik, UU Penanaman Modal, UU BHP, dll. UU tersebut pada kenyataannya lebih untuk memenuhi nafsu segelintir para pemilik modal ketimbang berpihak pada kepentingan rakyat.
Pertanyaannya: Mengapa semua ini terjadi? Bagaimana pula seharusnya bangsa ini bersikap? Apa yang mesti dilakukan? Haruskah kita menyikapi semua ini dengan sikap pasrah dan berdiam diri karena menganggap semua itu sebagai ’takdir’?
Tentu tidak demikian. Pasalnya, harus disadari, bahwa berbagai bencana dan musibah yang selama ini terjadi lebih banyak merupakan akibat kemungkaran dan kemaksiatan yang telah merajalela di negeri ini. Semua itu tidak lain sebagai akibat bangsa ini telah lama mencampakkan syariah Allah dan malah menerapkankan hukum-hukum kufur di negeri ini.
Karena itu, momentum akhir tahun ini tampaknya bisa digunakan oleh seluruh komponen bangsa ini untuk melakukan muhâsabah, koreksi diri, sembari dengan penuh kesadaran dan kesungguhan melakukan upaya untuk mengatasi berbagai persoalan yang melanda negeri ini. Tampaknya bangsa ini harus segera bertobat dengan segera menerapkan hukum-hukum Allah SWT secara total dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Maka dari itu, perjuangan untuk menegakan syariah Islam di negeri ini tidak boleh berhenti, bahkan harus terus ditingkatkan dan dioptimalkan. Sebab, sebagai Muslim kita yakin, bahwa hanya syariah Islamlah—dalam wadah Khilafah—yang bisa memberikan kemaslahatan bagi negeri ini, bahkan bagi seluruh alam raya ini.
Itulah di antara perkara penting yang dipaparkan dalam tema utama al-wa‘ie kali ini, selain sejumlah tema penting lainnya. Selamat membaca!
Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Artikel ini diposting
pada tanggal 6 December 2009 pukul 21:59 pada kategori Cover.
Anda dapat melacak post ini melalui RSS 2.0 feed.
ref="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/01/19/hip-ke-5-economic-islam-international-conferece-al-khurtum-sudan/">

Ketika berbicara di televisi BBC, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyerukan intervensi lebih besar dari Barat di Yaman dan menyerang tuntutan bagi kekhalifahan dunia di dunia Muslim sebagai sebuah “ideologi pembunuh” dan suatu “penyimpangan dari islam “.
Taji Mustafa, Perwakilan Media Hizbut Tahrir Inggris berkata: “Gordon Brown, seperti halnya Tony Blair yang memerintah sebelumnya, berbohong [...]



Banyak naskah berserak yang mengungkapkan temuan sejumlah penyakit mental dan...

Tahap pertama sesungguhnya adalah tahap pembentukan gerakan,...

Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat | Sun |
---|---|---|---|---|---|---|
1 | 2 | 3 | ||||
4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
- 1/24/2010: Halqah Islam dan Peradaban edisi 16




ACFTA-PASAR BEBAS 2010: “BUNUH DIRI EKONOMI INDONESIA”
Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut. Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, [...]
EDISI KHAS
بسم الله الرحمن الرحيم
هَذَا بَلَاغٌ لِلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوا بِهِ
Ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan dengannya, manusia diberi peringatan (TMQ Ibrahim [14]: 52)